Workspace

Santriwara

Manage IP context and characters here. Generation is now scoped to its own route so this workspace can stay focused on editing.

IP Name
Choose a clear, recognizable name for your IP.

Keep the name concise and recognizable for routing, search, and generation context.

Description / Tone Bible
Describe the world, tone, themes, and key elements that define your IP.
## **TONE BIBLE — SANTRIWARA** 

## **1. Core Identity** 

**Santriwara** adalah IP edukasi Islam berbentuk cerita ringan, lucu, visual, dan relatable. Kontennya membahas hal-hal yang sering bikin anak-anak atau orang awam penasaran tentang Islam, sunnah, Al-Qur’an, hadis, sains, adab, mitos, fenomena alam, dan kebiasaan sehari-hari. 

Tone utama Santriwara:  *islami, fun, hangat, penasaran, sedikit ajaib, kadang spooky lucu, tapi tetap sopan dan edukatif.** 
## **2. Gaya Bahasa Utama** 

Gunakan bahasa Indonesia sehari-hari yang ringan, lucu, dan mudah dimengerti anak-anak sampai remaja. 

Bahasanya boleh pakai: 

- “Kalian tahu gak?” 

- “Eh, tapi tunggu dulu…” 

- “Kok bisa ya?” 

- “Serem juga ya?” 

- “Ternyata…” 

- “Eits, jangan salah!” 

- “MasyaAllah, keren banget!” 

- “Nah, di Islam ternyata…” 

- “Jadi bukan cuma mitos, lho!” 

Bahasa harus terasa **ceria, ingin tahu tinggi, dan sama-sama belajar hal baru** , bukan menggurui. 

Bukan: “Perintah ini memiliki hikmah teologis dan medis yang kompleks.” 

Tapi: “Ternyata aturan ini bukan asal nyuruh doang. Ada hikmah besar di baliknya, dan kalau dipikir-pikir… masuk akal banget!” 

## **3. Emosi yang Harus Terasa** 

Setiap script Santriwara harus punya rasa: 

**Penasaran** — karena berangkat dari pertanyaan unik. 
**Takjub** — karena Islam punya hikmah yang dalam. 
**Lucu** — karena karakter bereaksi lebay, polos, atau panik. 
**Hangat** — karena dunia Santriwara terasa seperti keluarga dan pesantren kecil. **Ajaib** — karena sains, alam, dan dalil divisualkan secara magical. 

Santriwara boleh ada unsur spooky, tapi bukan horor gelap yang traumatis. Spooky-nya harus tetap aman dan kartunis serta dipahami dalam agama islam. 

Contoh: “Ketindihan tuh rasanya kayak ada yang duduk di dada. Serem banget! Tapi ternyata tubuh kita punya sistem pengaman alami yang keren banget.” 

## **4. Struktur Cerita Khas** 

Format paling aman untuk script Santriwara: 

#### **1. Hook pertanyaan unik** 

Mulai dari pertanyaan yang bikin orang mikir, “Hah, emang iya?” 

Contoh: 

“Kenapa sih masuk toilet harus kaki kiri?” “Kok Nabi nyuruh lalat dicelupin ke minuman?” “Kenapa Allah kurang suka menguap?” “Pas Maghrib setan beneran bertebaran gak sih?” 

#### **2. Situasi relatable** 

Masuk dari kejadian sehari-hari: makan, tidur, mandi, menguap, sholat, takut gelap, main pas Maghrib, komentar di HP. 

Contoh: 

“Kalian pernah gak bangun tidur sore terus tiba-tiba linglung parah?” 

#### **3. Twist Islam / dalil / sunnah** 

Tunjukkan bahwa hal yang kelihatannya kecil ternyata punya dasar atau hikmah. 

Contoh: 

“Di Islam, kebiasaan kecil kayak makan pakai tangan kanan ternyata bukan cuma soal sopan-sopan aja.” 

#### **4. Penjelasan sains / logika / hikmah** 

Beri penjelasan yang masuk akal, visual, dan gampang dibayangin. 

Contoh: 

“Secara medis, ketindihan itu terjadi ketika otak udah sadar, tapi otot tubuh masih terkunci dari fase mimpi.” 

#### **5. Visualisasi ajaib** 

Gunakan metafora kartun: gembok raksasa, perisai atmosfer, hologram, cahaya, bayangan jin, diagram tubuh, miniatur bumi. 

#### **6. Closing hadist yang relate** 

Tutup dengan hadist atau ayat al quran yang sesuai dan relate. 

Contoh: 
التَّثاؤُبُ مِنَ الشَّيْطانِ، فإذا تَثاءَبَ أحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ ما اسْتَطاعَ

Artinya: "Menguap itu dari syetan. Jika salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahannya sebisa mungkin..." (HR. Bukhari & Muslim)

## **5. Formula Hook Santriwara** 

## **Formula 1 — Pertanyaan “kok bisa?”** 

“Kenapa sih [aturan Islam] harus [detail spesifik]?” 

Contoh: 

“Kenapa sih masuk toilet harus pakai kaki kiri?” 

“Kenapa Islam gak boleh makan pakai tangan kiri?” 

## **Formula 2 — Hah?! yang absurd** 

“HAH?! Kok [Nabi/Islam/Al-Qur’an] [hal yang terdengar aneh]?” 

Contoh: 

“HAH?! Kok Nabi nyuruh nyelupin lalat ke minuman?” 

“HAH?! Di Al-Qur’an ada rahasia astronot bisa mabuk?” 

## **Formula 3 — Mitos masa kecil** 

“Dulu kita sering ditakutin [mitos], ternyata ada penjelasannya!” 

Contoh: 

“Pas Maghrib katanya setan bertebaran. Mitos atau fakta?” 

## **Formula 4 — Sains dalam Islam** 

“[Fenomena alam/sains] ternyata udah disinggung dalam Islam?” 

Contoh: 

“Bumi ternyata punya atap raksasa gak kelihatan!” “Laut gelap dan dalam ternyata dijelaskan dalam Al-Qur’an?” 

## **Formula 5 — Sunnah yang kelihatan aneh** 

“[Sunnah] kedengarannya aneh, tapi ternyata ada hikmahnya.” 

## Contoh: 

“Sunnah makan pakai tangan terus diemut. Jorok gak sih?” 

## **6. Ritme Script** 

Untuk carousel: 

- 7 slide. 

- Slide 1 hook besar. 

- Slide 2 relatable / masalah awal. 

- Slide 3 mulai penjelasan Islam. 

- Slide 4–6 penjelasan. 

- Slide 7 hadist atau ayat al quran yang sesuai. 

- Jangan terlalu padat. Anak-anak harus bisa paham. 

Untuk Reels: 

- 25–45 detik. 

- Kalimat pendek. 

- Banyak “ternyata”, “eits”, “nah”, “kok bisa?” 

- Harus ada reaksi karakter: kaget, takut, jijik, penasaran, takjub. 
- 
- ## **7. Visual Tone** 

Visual Santriwara harus terasa: 

## **2D cartoon flat, cinematic comic, lucu, islami, bersih, hangat, ekspresif, family friendly, dengan sentuhan magical edukatif dan komedi absurd yang tetap sopan.** 

Ciri visual: 

- karakter harus chubby, simple, ekspresif, ramah anak, dengan bentuk wajah dan gestur yang mudah dibaca;
- ekspresi karakter boleh dilebih-lebihkan secara komedik: melotot, panik, takut kocak, nangis bombay, bingung total, takjub, smug, haru, pusing, atau sok serius;
- setting harus 2D cartoon flat cinematic comic, clean, estetik, dan mudah dipahami, baik di rumah, masjid, pesantren, kamar, teras, ruang tengah, halaman, laut, luar angkasa, bumi purba, ataupun panel konseptual;
- warna visual harus cerah, hangat, rapi, dan tidak kusam; boleh memakai warna kontras seperti kuning solid, biru navy, pink pastel, hijau, krem, atau gradasi gelap yang tetap aman dilihat;
- boleh memakai visual komedi absurd seperti asteroid bermuka jahil, T-Rex berpose imut, dinosaurus memakai pelampung, karakter memakai topi teori konspirasi, air mata anime, tanda tanya besar, kotak komentar raksasa, atau objek yang dibuat hidup secara kartun;
- kalau ada unsur spooky, badai, laut dalam, luar angkasa, atau makhluk besar, tetap harus lucu, stylized, tidak terlalu gelap, tidak menyeramkan realistis, dan tidak disturbing;
- gunakan visual metafora edukatif seperti split screen atas-bawah tanah, hologram, gerbang awan, cahaya, papan tulis mini, teks melayang, simbol tanda tanya, panel kilas balik, partikel, awan bentuk hati, perisai, diagram, atau elemen komik lain yang membantu penonton paham;
- komposisi visual harus punya fokus yang jelas: karakter utama, objek utama, konflik visual, atau teks dalil/referensi;
- angle shot harus terasa sengaja dan punya fungsi, misalnya Medium Shot untuk ekspresi karakter, Wide Shot untuk skala besar, Over-the-Shoulder untuk reaksi, Split Screen untuk kontras, Low-Angle untuk penekanan momen, atau Asymmetric Wide Shot untuk memberi ruang pada teks dalil;
- visual boleh membawa topik besar seperti dinosaurus, luar angkasa, laut dalam, atmosfer, surga, kisah nabi, sains, hijrah, keluarga, dan akhirat, tapi semuanya tetap harus divisualkan sebagai kartun edukatif yang playful, sopan, hangat, dan ramah anak.

## **8. Pattern Punchline** 

Punchline Santriwara biasanya muncul dari kontras antara hal yang terlihat biasa dengan hikmah yang besar. 

## **Hal sepele ternyata punya hikmah** 

“Cuma urusan kaki masuk toilet, tapi ternyata ada adab dan makna kebersihan di baliknya.” 

## **Hal yang terlihat jorok ternyata ada penjelasan** 

“Lalat di minuman emang bikin jijik, tapi ternyata pembahasan hadisnya gak sesimpel ‘jorok atau enggak’.” 

## **Mitos masa kecil ternyata ada dasar adabnya** 

“Dulu dikira cuma ditakut-takutin orang tua. Ternyata Maghrib memang waktu transisi yang perlu kita waspadai.” 

## **Sains membuat kita makin takjub** 

“Atmosfer yang gak kelihatan ternyata jadi perisai raksasa buat Bumi. MasyaAllah.” 

## **9. Do & Don’t** 

## **Do** 

Gunakan bahasa ringan dan ceria. Mulai dari pertanyaan yang unik. Buat penjelasan agama terasa hangat, bukan menghakimi. Tambahkan unsur sains, adab, atau hikmah kalau relevan. Gunakan reaksi karakter yang lucu dan ekspresif. Jaga konten tetap family friendly. Sebut Nabi Muhammad ﷺ dengan hormat. Kalau membahas ayat/hadis, pastikan rujukannya benar. 

## **Don’t** 

Jangan bikin tone terlalu keras atau mengancam. Jangan menghina orang yang belum tahu. Jangan membuat klaim agama tanpa rujukan. Jangan bikin hadis/ayat palsu atau terlalu bebas menafsirkan. Jangan terlalu akademis. Jangan menjadikan jin/setan terlalu horor sampai menakutkan anak-anak. Jangan memakai jokes yang merendahkan ibadah, Nabi, Al-Qur’an, atau ulama. 

## **10. One-Line Direction untuk AI** 

- Tulis script dengan tone **Santriwara** : edukasi Islam yang fun, hangat, lucu, family friendly, dan penuh rasa penasaran. 
- Gunakan bahasa sehari-hari yang ringan seperti “kalian tahu gak?”, “kok bisa?”, “eits”, dan “ternyata”. 
- Mulai dari hook pertanyaan unik, masuk ke situasi relatable, jelaskan dalil/hikmah dengan hati-hati, tambahkan penjelasan sains atau logika sederhana bila relevan, lalu tutup dengan moral ringan dan CTA. 
- Karakter harus ekspresif, polos, dan ramah anak; jangan menggurui, jangan terlalu formal, dan jangan membuat klaim agama tanpa rujukan. 
- Generate gambar saja tanpa teks tulisan
- Generate 6-7 slide konten

## **11. Template Script Santriwara** 
**SLIDE** 1 - **COVER** **JUDUL**: [JUDUL UTAMA YANG PALING HOOK / CLICKABLE]
- Teks Narasi: [Narasi pembuka. Kalau cover murni visual, tulis: (Tidak ada narasi - Murni Hook Judul)]
- Setting: [Lokasi utama slide. Jelaskan suasana, warna, ambience, dan elemen latar penting.]
- Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Karakter siapa saja yang muncul. Jelaskan pose, ekspresi, gestur, konflik visual, properti yang dipegang, dan elemen komedi/dramatisnya.]
- Creative Angle Shot: [Jenis angle kamera + tujuan visualnya. Contoh: Center Medium Shot, Wide Cinematic Shot, Over-the-Shoulder Shot, Split Screen Dramatic Shot, Asymmetric Wide Shot.]

**SLIDE** 2 - [SUBJUDUL / POINT UTAMA SLIDE 2]
- Narasi: [Isi narasi slide 2. Biasanya mulai menjelaskan konteks, masalah, atau awal cerita. Max 220 karakter]
- Setting: [Lokasi dan suasana visual slide 2.]
- Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Aksi karakter atau visual utama. Bisa pakai karakter utama, NPC, objek simbolik, atau tanpa karakter.]
- Creative Angle Shot: [Angle shot yang mendukung isi slide.]

**SLIDE** 3 - [SUBJUDUL / POINT UTAMA SLIDE 3]
- Narasi: [Isi narasi slide 3. Biasanya masuk ke fakta, dalil, peristiwa, atau konflik utama.]
- Setting: [Lokasi dan suasana visual slide 3.]
- Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Aksi karakter, interaksi antar tokoh, ekspresi, properti, dan elemen humor/emosi.]
- Creative Angle Shot: [Angle shot.]

**SLIDE** 4 - [SUBJUDUL / POINT UTAMA SLIDE 4]
- Narasi: [Isi narasi slide 4. Biasanya pendalaman, penjelasan logis, atau twist.]
- Setting: [Lokasi dan suasana visual slide 4.]
- Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Aksi karakter atau visual simbolik yang menggambarkan narasi.]
- Creative Angle Shot: [Angle shot.]

**SLIDE** 5 - [SUBJUDUL / POINT UTAMA SLIDE 5]
- Narasi: [Isi narasi slide 5. Biasanya emotional beat, insight, atau bagian yang bikin audiens “ngeh”.]
- Setting: [Lokasi dan suasana visual slide 5.]
- Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Aksi karakter yang paling menggambarkan emosi/insight slide.]
- Creative Angle Shot: [Angle shot.]

**SLIDE** 6 - **ENDING PANEL**
- Narasi: [Kesimpulan singkat + ajakan komentar/share/refleksi. Bisa ditutup dengan kalimat “Paham kan?” atau “Ceritain di komen!”]
- Setting: [Setting penutup yang kuat secara visual.]
- Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Karakter utama memberi reaksi akhir, menunjuk komentar, kasih jempol, atau menatap penonton.]
- Creative Angle Shot: [Angle shot.]

**SLIDE** 7 - **HADIS** / **AYAT** / **REFERENSI** / **DALIL** 
- Headline: [JUDUL DALIL / AYAT / HADIS / REFERENSI]
- Narasi: [Teks Arab / kutipan dalil / referensi utama]
- Setting: [Background minimalis, bersih, formal tapi tetap sesuai style Santriwara.]
- Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Karakter berdiri di sisi frame, menunjuk ke teks dalil, ekspresi teduh/serius/ramah.]
- Creative Angle Shot: Asymmetric Wide Shot (memberikan porsi ruang terbesar pada teks dalil agar mudah dibaca dan diresapi oleh pemirsa).

**CAPTION** [caption 2–4 paragraf] [#hashtag]

#### SLIDE 1 - COVER
JUDUL: KENAPA ALLAH BENCI MENGUAP?
- Visual Cues
- Visual: Lam sedang menguap sangat lebar sampai matanya merem dan berair.
- Setting: Di dalam masjid yang suasananya tenang tapi Lam malah "offside" sendiri.
- Action: Mulut Lam terbuka maksimal (lebay), tangannya nggak nutup mulut. Ada efek
angin pusaran masuk ke mulutnya.
Creative Angle Shot: Medium front shot Lam yang mangap.
#### SLIDE 2 - CURHATAN LAM
Narasi: Duh, tiap shalat atau lagi belajar, bawaannya mau mangap terus! Padahal udah tidur cukup. Ternyata, menguap itu ada "skenario" di baliknya. Allah kurang suka kita begini, lho!
- Visual Cues
- Visual: Lam sedang duduk tahiyat tapi wajahnya terlihat sangat berat menahan kantuk.
- Setting: Karpet masjid hijau yang estetik.
- Action: Tangan Lam bergetar hebat karena berusaha menahan otot wajahnya agar
tidak terbuka lebar.
Creative Angle Shot: Medium Shot.
#### SLIDE 3 - SETAN AUTO KETAWA
Narasi: Nabi ﷺ bilang menguap itu dari setan. Pas kita mangap lebar apalagi sampe keluar suara 'haaa', setan auto ketawa! Itu tandanya kita lagi dikuasai rasa malas dan tubuh yang keberatan beban makanan.
- Visual Cues
- Visual: Muncul Setan (NPC siluet hitam lucu) di samping Lam.
- Setting: Background gelap transparan di belakang Lam yang sedang mangap.
- Action: Setan menunjuk-nunjuk ke arah mulut Lam yang terbuka sambil tertawa
terpingkal-pingkal sampai guling-guling.
Creative Angle Shot: Over-the-shoulder shot dari arah belakang Lam.
#### SLIDE 4 - ALARM 'LOWBAT'
Narasi: Simpelnya, menguap itu kayak "kipas angin darurat" pas otak kita mulai panas gara-gara nggak fokus. Emang bisa nyegerin sesaat, tapi itu tanda kita lagi "lowbat" alias malas. Kita disuruh waspada sama sinyal malas ini biar nggak makin bablas.
- Visual Cues
- Visual: Lam dengan wajah "nge-lag" (blank) dan ada ikon loading di jidatnya.
- Setting: Suasana kamar yang agak berantakan tapi estetik.
- Action: Kepala Lam terbuka sedikit kayak kap mesin mobil, keluar asap tipis (simbol
overheat), lalu dia mangap buat nyari angin.
Creative Angle Shot: Eye-Level Shot.

#### SLIDE 5 - LATIHAN BIAR GAK MANJA
Narasi: Kenapa disuruh tahan? Biar kita nggak gampang "tumbang" atau manja pas lagi ibadah. Anggap aja lagi latihan "otot fokus" biar nggak gampang ketularan ngantuk! Kalau emang udah gak kuat, tinggal tutup mulut aja pake tangan kiri!
- Visual Cues
- Visual: Lam sedang melakukan gerakan "push-up" tapi pakai jari di dekat mulutnya
(simbol olahraga fokus).
- Setting: Gym minimalis tapi di dalamnya ada sajadah.
- Action: Alif berdiri di samping Lam sambil megangin stopwatch, Lam berusaha nutup mulutnya pake punggung tangan kiri dengan gaya cool.
- Creative Angle Shot: Side Profile Shot.
#### SLIDE 6 - HADIS
- Visual Only: التَّثاؤُبُ مِنَ الشَّيْطانِ، فإذا تَثاءَبَ أحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ ما اسْتَطاعَ
Artinya: "Menguap itu dari syetan. Jika salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahannya sebisa mungkin..." (HR. Bukhari & Muslim)

TONE BIBLE — SANTRIWARA

1. Core Identity

Santriwara adalah IP edukasi Islam berbentuk cerita ringan, lucu, visual, dan relatable. Kontennya membahas hal-hal yang sering bikin anak-anak atau orang awam penasaran tentang Islam, sunnah, Al-Qur’an, hadis, sains, adab, mitos, fenomena alam, dan kebiasaan sehari-hari.

Tone utama Santriwara: islami, fun, hangat, penasaran, sedikit ajaib, kadang spooky lucu, tapi tetap sopan dan edukatif.*

2. Gaya Bahasa Utama

Gunakan bahasa Indonesia sehari-hari yang ringan, lucu, dan mudah dimengerti anak-anak sampai remaja.

Bahasanya boleh pakai:

  • “Kalian tahu gak?”

  • “Eh, tapi tunggu dulu…”

  • “Kok bisa ya?”

  • “Serem juga ya?”

  • “Ternyata…”

  • “Eits, jangan salah!”

  • “MasyaAllah, keren banget!”

  • “Nah, di Islam ternyata…”

  • “Jadi bukan cuma mitos, lho!”

Bahasa harus terasa ceria, ingin tahu tinggi, dan sama-sama belajar hal baru , bukan menggurui.

Bukan: “Perintah ini memiliki hikmah teologis dan medis yang kompleks.”

Tapi: “Ternyata aturan ini bukan asal nyuruh doang. Ada hikmah besar di baliknya, dan kalau dipikir-pikir… masuk akal banget!”

3. Emosi yang Harus Terasa

Setiap script Santriwara harus punya rasa:

Penasaran — karena berangkat dari pertanyaan unik. Takjub — karena Islam punya hikmah yang dalam. Lucu — karena karakter bereaksi lebay, polos, atau panik. Hangat — karena dunia Santriwara terasa seperti keluarga dan pesantren kecil. Ajaib — karena sains, alam, dan dalil divisualkan secara magical.

Santriwara boleh ada unsur spooky, tapi bukan horor gelap yang traumatis. Spooky-nya harus tetap aman dan kartunis serta dipahami dalam agama islam.

Contoh: “Ketindihan tuh rasanya kayak ada yang duduk di dada. Serem banget! Tapi ternyata tubuh kita punya sistem pengaman alami yang keren banget.”

4. Struktur Cerita Khas

Format paling aman untuk script Santriwara:

1. Hook pertanyaan unik

Mulai dari pertanyaan yang bikin orang mikir, “Hah, emang iya?”

Contoh:

“Kenapa sih masuk toilet harus kaki kiri?” “Kok Nabi nyuruh lalat dicelupin ke minuman?” “Kenapa Allah kurang suka menguap?” “Pas Maghrib setan beneran bertebaran gak sih?”

2. Situasi relatable

Masuk dari kejadian sehari-hari: makan, tidur, mandi, menguap, sholat, takut gelap, main pas Maghrib, komentar di HP.

Contoh:

“Kalian pernah gak bangun tidur sore terus tiba-tiba linglung parah?”

3. Twist Islam / dalil / sunnah

Tunjukkan bahwa hal yang kelihatannya kecil ternyata punya dasar atau hikmah.

Contoh:

“Di Islam, kebiasaan kecil kayak makan pakai tangan kanan ternyata bukan cuma soal sopan-sopan aja.”

4. Penjelasan sains / logika / hikmah

Beri penjelasan yang masuk akal, visual, dan gampang dibayangin.

Contoh:

“Secara medis, ketindihan itu terjadi ketika otak udah sadar, tapi otot tubuh masih terkunci dari fase mimpi.”

5. Visualisasi ajaib

Gunakan metafora kartun: gembok raksasa, perisai atmosfer, hologram, cahaya, bayangan jin, diagram tubuh, miniatur bumi.

6. Closing hadist yang relate

Tutup dengan hadist atau ayat al quran yang sesuai dan relate.

Contoh: التَّثاؤُبُ مِنَ الشَّيْطانِ، فإذا تَثاءَبَ أحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ ما اسْتَطاعَ

Artinya: "Menguap itu dari syetan. Jika salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahannya sebisa mungkin..." (HR. Bukhari & Muslim)

5. Formula Hook Santriwara

Formula 1 — Pertanyaan “kok bisa?”

“Kenapa sih [aturan Islam] harus [detail spesifik]?”

Contoh:

“Kenapa sih masuk toilet harus pakai kaki kiri?”

“Kenapa Islam gak boleh makan pakai tangan kiri?”

Formula 2 — Hah?! yang absurd

“HAH?! Kok [Nabi/Islam/Al-Qur’an] [hal yang terdengar aneh]?”

Contoh:

“HAH?! Kok Nabi nyuruh nyelupin lalat ke minuman?”

“HAH?! Di Al-Qur’an ada rahasia astronot bisa mabuk?”

Formula 3 — Mitos masa kecil

“Dulu kita sering ditakutin [mitos], ternyata ada penjelasannya!”

Contoh:

“Pas Maghrib katanya setan bertebaran. Mitos atau fakta?”

Formula 4 — Sains dalam Islam

“[Fenomena alam/sains] ternyata udah disinggung dalam Islam?”

Contoh:

“Bumi ternyata punya atap raksasa gak kelihatan!” “Laut gelap dan dalam ternyata dijelaskan dalam Al-Qur’an?”

Formula 5 — Sunnah yang kelihatan aneh

“[Sunnah] kedengarannya aneh, tapi ternyata ada hikmahnya.”

Contoh:

“Sunnah makan pakai tangan terus diemut. Jorok gak sih?”

6. Ritme Script

Untuk carousel:

  • 7 slide.

  • Slide 1 hook besar.

  • Slide 2 relatable / masalah awal.

  • Slide 3 mulai penjelasan Islam.

  • Slide 4–6 penjelasan.

  • Slide 7 hadist atau ayat al quran yang sesuai.

  • Jangan terlalu padat. Anak-anak harus bisa paham.

Untuk Reels:

  • 25–45 detik.

  • Kalimat pendek.

  • Banyak “ternyata”, “eits”, “nah”, “kok bisa?”

  • Harus ada reaksi karakter: kaget, takut, jijik, penasaran, takjub.

  • 7. Visual Tone

Visual Santriwara harus terasa:

2D cartoon flat, cinematic comic, lucu, islami, bersih, hangat, ekspresif, family friendly, dengan sentuhan magical edukatif dan komedi absurd yang tetap sopan.

Ciri visual:

  • karakter harus chubby, simple, ekspresif, ramah anak, dengan bentuk wajah dan gestur yang mudah dibaca;
  • ekspresi karakter boleh dilebih-lebihkan secara komedik: melotot, panik, takut kocak, nangis bombay, bingung total, takjub, smug, haru, pusing, atau sok serius;
  • setting harus 2D cartoon flat cinematic comic, clean, estetik, dan mudah dipahami, baik di rumah, masjid, pesantren, kamar, teras, ruang tengah, halaman, laut, luar angkasa, bumi purba, ataupun panel konseptual;
  • warna visual harus cerah, hangat, rapi, dan tidak kusam; boleh memakai warna kontras seperti kuning solid, biru navy, pink pastel, hijau, krem, atau gradasi gelap yang tetap aman dilihat;
  • boleh memakai visual komedi absurd seperti asteroid bermuka jahil, T-Rex berpose imut, dinosaurus memakai pelampung, karakter memakai topi teori konspirasi, air mata anime, tanda tanya besar, kotak komentar raksasa, atau objek yang dibuat hidup secara kartun;
  • kalau ada unsur spooky, badai, laut dalam, luar angkasa, atau makhluk besar, tetap harus lucu, stylized, tidak terlalu gelap, tidak menyeramkan realistis, dan tidak disturbing;
  • gunakan visual metafora edukatif seperti split screen atas-bawah tanah, hologram, gerbang awan, cahaya, papan tulis mini, teks melayang, simbol tanda tanya, panel kilas balik, partikel, awan bentuk hati, perisai, diagram, atau elemen komik lain yang membantu penonton paham;
  • komposisi visual harus punya fokus yang jelas: karakter utama, objek utama, konflik visual, atau teks dalil/referensi;
  • angle shot harus terasa sengaja dan punya fungsi, misalnya Medium Shot untuk ekspresi karakter, Wide Shot untuk skala besar, Over-the-Shoulder untuk reaksi, Split Screen untuk kontras, Low-Angle untuk penekanan momen, atau Asymmetric Wide Shot untuk memberi ruang pada teks dalil;
  • visual boleh membawa topik besar seperti dinosaurus, luar angkasa, laut dalam, atmosfer, surga, kisah nabi, sains, hijrah, keluarga, dan akhirat, tapi semuanya tetap harus divisualkan sebagai kartun edukatif yang playful, sopan, hangat, dan ramah anak.

8. Pattern Punchline

Punchline Santriwara biasanya muncul dari kontras antara hal yang terlihat biasa dengan hikmah yang besar.

Hal sepele ternyata punya hikmah

“Cuma urusan kaki masuk toilet, tapi ternyata ada adab dan makna kebersihan di baliknya.”

Hal yang terlihat jorok ternyata ada penjelasan

“Lalat di minuman emang bikin jijik, tapi ternyata pembahasan hadisnya gak sesimpel ‘jorok atau enggak’.”

Mitos masa kecil ternyata ada dasar adabnya

“Dulu dikira cuma ditakut-takutin orang tua. Ternyata Maghrib memang waktu transisi yang perlu kita waspadai.”

Sains membuat kita makin takjub

“Atmosfer yang gak kelihatan ternyata jadi perisai raksasa buat Bumi. MasyaAllah.”

9. Do & Don’t

Do

Gunakan bahasa ringan dan ceria. Mulai dari pertanyaan yang unik. Buat penjelasan agama terasa hangat, bukan menghakimi. Tambahkan unsur sains, adab, atau hikmah kalau relevan. Gunakan reaksi karakter yang lucu dan ekspresif. Jaga konten tetap family friendly. Sebut Nabi Muhammad ﷺ dengan hormat. Kalau membahas ayat/hadis, pastikan rujukannya benar.

Don’t

Jangan bikin tone terlalu keras atau mengancam. Jangan menghina orang yang belum tahu. Jangan membuat klaim agama tanpa rujukan. Jangan bikin hadis/ayat palsu atau terlalu bebas menafsirkan. Jangan terlalu akademis. Jangan menjadikan jin/setan terlalu horor sampai menakutkan anak-anak. Jangan memakai jokes yang merendahkan ibadah, Nabi, Al-Qur’an, atau ulama.

10. One-Line Direction untuk AI

  • Tulis script dengan tone Santriwara : edukasi Islam yang fun, hangat, lucu, family friendly, dan penuh rasa penasaran.
  • Gunakan bahasa sehari-hari yang ringan seperti “kalian tahu gak?”, “kok bisa?”, “eits”, dan “ternyata”.
  • Mulai dari hook pertanyaan unik, masuk ke situasi relatable, jelaskan dalil/hikmah dengan hati-hati, tambahkan penjelasan sains atau logika sederhana bila relevan, lalu tutup dengan moral ringan dan CTA.
  • Karakter harus ekspresif, polos, dan ramah anak; jangan menggurui, jangan terlalu formal, dan jangan membuat klaim agama tanpa rujukan.
  • Generate gambar saja tanpa teks tulisan
  • Generate 6-7 slide konten

11. Template Script Santriwara

SLIDE 1 - COVER JUDUL: [JUDUL UTAMA YANG PALING HOOK / CLICKABLE]

  • Teks Narasi: [Narasi pembuka. Kalau cover murni visual, tulis: (Tidak ada narasi - Murni Hook Judul)]
  • Setting: [Lokasi utama slide. Jelaskan suasana, warna, ambience, dan elemen latar penting.]
  • Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Karakter siapa saja yang muncul. Jelaskan pose, ekspresi, gestur, konflik visual, properti yang dipegang, dan elemen komedi/dramatisnya.]
  • Creative Angle Shot: [Jenis angle kamera + tujuan visualnya. Contoh: Center Medium Shot, Wide Cinematic Shot, Over-the-Shoulder Shot, Split Screen Dramatic Shot, Asymmetric Wide Shot.]

SLIDE 2 - [SUBJUDUL / POINT UTAMA SLIDE 2]

  • Narasi: [Isi narasi slide 2. Biasanya mulai menjelaskan konteks, masalah, atau awal cerita. Max 220 karakter]
  • Setting: [Lokasi dan suasana visual slide 2.]
  • Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Aksi karakter atau visual utama. Bisa pakai karakter utama, NPC, objek simbolik, atau tanpa karakter.]
  • Creative Angle Shot: [Angle shot yang mendukung isi slide.]

SLIDE 3 - [SUBJUDUL / POINT UTAMA SLIDE 3]

  • Narasi: [Isi narasi slide 3. Biasanya masuk ke fakta, dalil, peristiwa, atau konflik utama.]
  • Setting: [Lokasi dan suasana visual slide 3.]
  • Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Aksi karakter, interaksi antar tokoh, ekspresi, properti, dan elemen humor/emosi.]
  • Creative Angle Shot: [Angle shot.]

SLIDE 4 - [SUBJUDUL / POINT UTAMA SLIDE 4]

  • Narasi: [Isi narasi slide 4. Biasanya pendalaman, penjelasan logis, atau twist.]
  • Setting: [Lokasi dan suasana visual slide 4.]
  • Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Aksi karakter atau visual simbolik yang menggambarkan narasi.]
  • Creative Angle Shot: [Angle shot.]

SLIDE 5 - [SUBJUDUL / POINT UTAMA SLIDE 5]

  • Narasi: [Isi narasi slide 5. Biasanya emotional beat, insight, atau bagian yang bikin audiens “ngeh”.]
  • Setting: [Lokasi dan suasana visual slide 5.]
  • Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Aksi karakter yang paling menggambarkan emosi/insight slide.]
  • Creative Angle Shot: [Angle shot.]

SLIDE 6 - ENDING PANEL

  • Narasi: [Kesimpulan singkat + ajakan komentar/share/refleksi. Bisa ditutup dengan kalimat “Paham kan?” atau “Ceritain di komen!”]
  • Setting: [Setting penutup yang kuat secara visual.]
  • Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Karakter utama memberi reaksi akhir, menunjuk komentar, kasih jempol, atau menatap penonton.]
  • Creative Angle Shot: [Angle shot.]

SLIDE 7 - HADIS / AYAT / REFERENSI / DALIL

  • Headline: [JUDUL DALIL / AYAT / HADIS / REFERENSI]
  • Narasi: [Teks Arab / kutipan dalil / referensi utama]
  • Setting: [Background minimalis, bersih, formal tapi tetap sesuai style Santriwara.]
  • Action & Character ([Jumlah Karakter]): [Karakter berdiri di sisi frame, menunjuk ke teks dalil, ekspresi teduh/serius/ramah.]
  • Creative Angle Shot: Asymmetric Wide Shot (memberikan porsi ruang terbesar pada teks dalil agar mudah dibaca dan diresapi oleh pemirsa).

CAPTION [caption 2–4 paragraf] [#hashtag]

SLIDE 1 - COVER

JUDUL: KENAPA ALLAH BENCI MENGUAP?

  • Visual Cues
  • Visual: Lam sedang menguap sangat lebar sampai matanya merem dan berair.
  • Setting: Di dalam masjid yang suasananya tenang tapi Lam malah "offside" sendiri.
  • Action: Mulut Lam terbuka maksimal (lebay), tangannya nggak nutup mulut. Ada efek angin pusaran masuk ke mulutnya. Creative Angle Shot: Medium front shot Lam yang mangap.

SLIDE 2 - CURHATAN LAM

Narasi: Duh, tiap shalat atau lagi belajar, bawaannya mau mangap terus! Padahal udah tidur cukup. Ternyata, menguap itu ada "skenario" di baliknya. Allah kurang suka kita begini, lho!

  • Visual Cues
  • Visual: Lam sedang duduk tahiyat tapi wajahnya terlihat sangat berat menahan kantuk.
  • Setting: Karpet masjid hijau yang estetik.
  • Action: Tangan Lam bergetar hebat karena berusaha menahan otot wajahnya agar tidak terbuka lebar. Creative Angle Shot: Medium Shot.

SLIDE 3 - SETAN AUTO KETAWA

Narasi: Nabi ﷺ bilang menguap itu dari setan. Pas kita mangap lebar apalagi sampe keluar suara 'haaa', setan auto ketawa! Itu tandanya kita lagi dikuasai rasa malas dan tubuh yang keberatan beban makanan.

  • Visual Cues
  • Visual: Muncul Setan (NPC siluet hitam lucu) di samping Lam.
  • Setting: Background gelap transparan di belakang Lam yang sedang mangap.
  • Action: Setan menunjuk-nunjuk ke arah mulut Lam yang terbuka sambil tertawa terpingkal-pingkal sampai guling-guling. Creative Angle Shot: Over-the-shoulder shot dari arah belakang Lam.

SLIDE 4 - ALARM 'LOWBAT'

Narasi: Simpelnya, menguap itu kayak "kipas angin darurat" pas otak kita mulai panas gara-gara nggak fokus. Emang bisa nyegerin sesaat, tapi itu tanda kita lagi "lowbat" alias malas. Kita disuruh waspada sama sinyal malas ini biar nggak makin bablas.

  • Visual Cues
  • Visual: Lam dengan wajah "nge-lag" (blank) dan ada ikon loading di jidatnya.
  • Setting: Suasana kamar yang agak berantakan tapi estetik.
  • Action: Kepala Lam terbuka sedikit kayak kap mesin mobil, keluar asap tipis (simbol overheat), lalu dia mangap buat nyari angin. Creative Angle Shot: Eye-Level Shot.

SLIDE 5 - LATIHAN BIAR GAK MANJA

Narasi: Kenapa disuruh tahan? Biar kita nggak gampang "tumbang" atau manja pas lagi ibadah. Anggap aja lagi latihan "otot fokus" biar nggak gampang ketularan ngantuk! Kalau emang udah gak kuat, tinggal tutup mulut aja pake tangan kiri!

  • Visual Cues
  • Visual: Lam sedang melakukan gerakan "push-up" tapi pakai jari di dekat mulutnya (simbol olahraga fokus).
  • Setting: Gym minimalis tapi di dalamnya ada sajadah.
  • Action: Alif berdiri di samping Lam sambil megangin stopwatch, Lam berusaha nutup mulutnya pake punggung tangan kiri dengan gaya cool.
  • Creative Angle Shot: Side Profile Shot.

SLIDE 6 - HADIS

  • Visual Only: التَّثاؤُبُ مِنَ الشَّيْطانِ، فإذا تَثاءَبَ أحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ ما اسْتَطاعَ Artinya: "Menguap itu dari syetan. Jika salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahannya sebisa mungkin..." (HR. Bukhari & Muslim)
Logo (Optional)
Upload a logo to represent your IP across the workspace.

Preview

Characters

Alif

Lam

Mim

Ayah

Ibu